Mumpung lagi hot Piala Dunia, minggu lalu iseng bikin aplikasi simple untuk mencari lokasi Nobar terdekat.
OTA Download: http://bit.ly/nobar

Hehe… :D
Will post the process of developing this app later in another post…..
Taken from http://www.detikinet.com/read/2010/02/24/154857/1306064/398/dari-aplikasi-jagoan-hingga-radar-penjual-bakmi:
Dari Aplikasi Jagoan Hingga Radar Penjual Bakmi
Fajar Widiantoro – detikinet
Para Pemenang (fw/inet)
Jakarta – Ajang Blackberry Developer Contest 2009 akhirnya mengumumkan para jawaranya. Ada 4 aplikasi yang dipilih sebagai yang terbaik, di antaranya adalah Jagoan dan radar penjual bakmi.

Blackberry Developer Contest Winners
Bertempat di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Selasa (24/2/2010), Better-B selaku penyelenggara memastikan bahwa keempat aplikasi tersebut bakal bisa segera diunduh di BlackBerry App World.
“Antusiasme dari teman-teman pengembang cukup baik. Dalam jangka waktu 3 bulan, ada sekitar 50 aplikasi yang didaftarkan pada kontes ini,” ujar Kemal Arsjad selaku Chief Executive Officer Better-B, pada detikINET.
Dari 50 aplikasi tersebut ada 4 yang dianggap terbaik, yang dinilai dari sisi inovasi, engagdement, kegunaan, orisinalitas, konsep, serta eksekusi dan user interface. Juri dari kontes ini berasal dari pihak RIM serta Better-B sendiri.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa dalam kontes ini terdapat dua kategori yakni company dan individu. Untuk kategori company, hadiahnya adalah BB Alliance Member. Sementara untuk Individu, masing-masing pemenang mendapat US$10.000.
Berikut adalah keempat jawaranya:
Kategori Company:
1. Jagoan
Jagoan ini adalah aplikasi yang cukup mudah dan menarik. Aplikasi ini menyediakan informasi belanja, dinner, serta lifestyle. Aplikasi ini juga menyediakan informasi promosi, serta jadwal film bioskop terbaru.
Kategori Developer:
1. Jaksinfo – oleh: Fin Yanuar Seno
Jaksinfo adalah informasi peta Jakarta. Di dalamnya terdapat informasi monumen, museum serta, tempat-tempat menarik seantero Jakarta. Informasi ini cukup berguna bagi turis lokal dan mancanegara.
2. Bioskop- oleh: Muhammad Hakim
Bioskop adalah aplikasi berbasis GPS yang menyediakan informasi jadwal film bioskop serta lokasinya.
3. Radar Bakmi – oleh: Deche Pangestu
Radar bakmi adalah aplikasi berbasis lokasi yang menyediakan informasi 20 lokasi toko bakmi yang ada di dekat pengguna aplikasi.
( fw / ash )
With all the buzz regarding Bubu Awards V06, I thought I’d post this old article from Kompas (dated August 28th 2005) since I was mentioned briefly there (hehe). The article is already gone from Kompas web and even Google cache, and I had to retrieve it using Web Archive… Here’s the link to the article. Basically it talked about simplicity and usability in web design and then use Bubu Winners as case examples.
Minggu, 28 Agustus 2005
Situs yang Sederhana dan Nyaman
Oleh: Frans Sartono
Desain ”web” yang simpel, tak rumit, dan memudahkan pengunjung, menjadi pilihan perancang situs internet. Setidaknya, itu terlihat pada desain pemenang Bubu Awards yang diumumkan Bubu Internet 18 Agustus lalu.
Gaya sederhana semacam memang banyak dianjurkan oleh perancang web, antara lain Jakob Nielsen, penulis buku Designing Web Usability: The Practice of Simplicity. Ajaran Jakob itu banyak diacu perancang web, meski ada juga yang tak sepaham.
Intinya, penganjur ”paham” kebersahajaan itu menyukai situs dengan navigasi yang mudah dijalankan. Dengan begitu, pengguna merasa kerasan menelisik info dan tidak tersesat di rimba cyber. Situs juga mesti gampang di-load. Kemudian desain visual dirancang agar pengunjung nyaman dan tidak lelah membaca materi.
Desain visual situs penyanyi Helena, www.helenaandrian.com, tampak dirancang oleh penganut ”paham” kebersahajaan. Situs itu mendapat Best Web Celebrities Awards, penghargaan terbaik untuk kategori Web Selebriti.
Halaman depan (home) terkesan bersahaja. Halaman muka diberi lis tipis warna merah muda. Lis itu membingkai halaman yang didominasi warna putih. Tata wajah halaman depan cukup memberi isyarat bahwa itu situs seorang penyanyi. Setidaknya, pada halaman depan itu tampak Helena bernyanyi di panggung. Di bawah gambar itu terpampang sampul album. Kemudian pada bagian kiri tersaji berita terbaru, jadwal penampilan sang penyanyi. Menu navigasi ditaruh pada bagian paling bawah halaman.
Menurut sang perancang, Deche Pangestu (22), situs Helena memang disesuaikan dengan karakter sang penyanyi. Warna merah jambu yang dipilih sebagai garis pinggir, misalnya, adalah warna kesukaan Helena.
”Saya melihat Helena orangnya simple. Karenanya, konsep dasar saya pilih simplicity. Saya kebetulan juga menyukai desain yang simple dan minimalis,” kata Deche yang belajar Computer Science di Pasadena City College
Simbol
Kesederhanaan desain visual juga dianut Donny Kurniawan (www.bubuawards.com/peserta/donny) yang memenangkan desain web terbaik untuk kategori individual. Donny dari Thinknolimits New Media Teamwork, Yogyakarta, itu merancang situs pariwisata Surakarta City of Heritage. Wajah depan situs ini memberi kesan sejuk dan teduh dengan warna kombinasi krem dan hijau tua. Kemudian ada variasi warna hijau pupus (light green) dan hijau kelam (sea green)
Pemilihan warna teduh itu sesuai dengan konsep desain yang ingin memberi kesan lembut dan elegan. Kesan itu oleh sang perancang dianggap mewakili citra Surakarta yang ingin disampaikan ke pengunjung. Desain mencoba menyerap simbol-simbol yang dianggap mewakili Surakarta. Antara lain wayang kulit. Ia mengambil sosok Kresno dan Hanoman.
Donny juga mengambil idiom batik yang dianggap mewakili citra Solo. Batik tidak ditampilkan sebagai karya utuh, akan tetapi hanya diambil spiritnya meskipun hanya sebatas pencomotan motif sebagai pengisi ruang kosong. Atau juga diambil semangat penggunaan ornamen lengkung tanpa siku-siku.
Djarot Subiantoro, Presiden Direktur Sigma, yang menjadi salah seorang juri Bubu Awards menilai grafis dan navigasi situs City of Heritage cukup kuat menampilkan karakter Solo berikut potensi yang ingin ditampilkan. Latar depan situs City of Heritage sudah cukup mencerminkan bahwa itu merupakan situs pariwisata atau lebih tepatnya situs untuk mempromosikan potensi kota.
Tampilan yang cukup menahan mata tamu itu disertai navigasi yang tampak dirancang untuk memudahkan dan menyamankan pengguna agar tak cepat pindah ke lain hati. Begitu masuk ke halaman depan, tamu dengan mudah mengerti harus menuju ke mana.
Sebagai situs pelesiran, City of Heritage menyediakan menu akomodasi, pusat belanja, rumah makan, hotel, dan agen perjalanan. Menu itu tersaji tepat di bawah judul. Kemudian pada samping kanan tersedia menu tambahan. Situs itu mengingatkan pada buka panduan jalan-jalan yang telah ditransformasikan ke medium cyber. Tamu diharapkan akan lebih mudah dan lebih cepat mendapatkan info yang lebih lengkap pula.
Naskah padat
Membaca teks di layar memang berbeda dengan membaca materi cetak. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, daya baca orang di layar lebih lamban 25-30 persen daripada membaca teks cetak. Pengunjung cukup terengah-engah untuk mencerna 19 kata di layar.
Jika teks disuguhkan berjubelan layaknya halaman buku, maka diperkirakan pengunjung situs akan kesulitan mencerna pokok-pokok informasi. Perancang web kemudian mengakali dengan menyuguhkan info ringkas dalam kalimat pendek tetapi efektif.
Cara demikian memang tidak selamanya berlaku. Pasalnya, sebuah situs kadang merasa perlu menyodorkan informasi sebanyak mungkin. Seperti situs Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung (www.bangka.go.id) yang mendapat penghargaan sebagai situs terbaik untuk kategori pemerintahan.
Situs ini menyuguhkan materi komprehensif tentang Kabupaten Bangka. Begitu kompletnya sampai terkesan mirip ensiklopedia. Tersebutlah mulai peraturan daerah sampai info tentang hasil studi kelayakan investasi budi daya udang misalnya, tersaji lengkap.
Ada pula nama-nama mantan pejabat bupati. Menambah detail situs ini adalah dimuatnya sambutan bupati, lengkap dengan tanda tangan Pak Bupati. Situs ini dianggap memenuhi fungsi yang ingin disampaikan. Perantau Bangka di mana pun yang berkunjung ke situs tersebut serasa sedang pulang kampung.
Meski informasi sangat meriah, akan tetapi situs ini masih mempertimbangkan aspek kemudahan akses. Kerja keras membaca naskah padat bisa diakali pengunjung dengan mencetak bahan. Prinsipnya, pengunjung terlayani mendapatkan informasi dengan mudah, cepat, dan nyaman.
Jumat malam kemarin setelah selesai jam kantor, saya harus menghadiri sebuah event di daerah Menteng. Karena ini pertama kalinya ke Menteng dari arah Selatan (dan lewat jalan yg tidak kena 3-in-1), jadinya ada beberapa jalan yang saya belum familiar.
Seperti biasa kalau ke tempat2 yg belum pernah saya lewati, sebelum ke sana saya buka Google Maps dulu buat planning jalannya… “ohhh… dari sini tinggal belok kanan, trus blok di sini… gampang2…”. Tapi pas praktek di lokasi, akhirnya tetep nyasar juga. :P
Sebenernya ga nyasar2 amat sih… soalnya sambil buka google maps dan saya tau kira2 tadi salah belok di mana. Berhubung kejebak macet, saya BB-an dulu… isenk nyalain GPS buat tau lokasi persis saat itu. Tapi malah GPS-nya lagi error… waktu di-klik ‘Show My Location’, yang muncul malah peta dengan nama2 jalan aneh… entah di mana, yg pasti itu bukan nama jalan di jkt/indo. (lebih mirip nama2 jalan di India atau Rusia…)
Ga tau nama jalan, GPS mati, mao nanya orang juga udah malem ga banyak yg lewat… hmm… Trus pas liat ke seberang jalan ada bederet toko2 kecil, tiba2 kepikir… oh iyaaaa, pake Urbanesia aja!!! Jadi tinggal masukin nama salah satu toko tadi, ntar ketauan deh posisi persis di map. (dengan catatan data latitude dan longitude bisnis-bisnis tadi sudah benar di database urbanesia)

Lumayan buat ngebantu orang2 yang lagi nyasar atau explore tempat baru, jadi Urbanesia di sini berfungsi sebagai pengganti GPS. (Apalagi saat di jalan lebih mudah melihat ada bisnis apa aja di sekitar daripada membaca plang nama jalan.) Tapi ya berarti data-data semua bisnis sudah harus lengkap beserta dengan posisi latitude/longitude yang precise serta sinkron dengan google maps.
Sebenernya pakai google maps langsung juga bisa sih, jadi search nama bisnis tadi dan google akan nampilin lokasinya di map, beserta foto bisnis itu dari panoramio. Tapi sayangnya (atau malah untungnya?) data lokal bisnis jakarta di google sangat tidak lengkap. Tadi saya coba bandingin cari nama2 bisnis kecil yang tidak begitu populer, banyak yang tidak ada di google maps, tapi ada di Urbanesia.
Oh ya, buat yg belum tau… Urbanesia adalah lokal bisnis direktori baru untuk Indonesia khususnya Jakarta. Fitur utamanya adalah search-nya yang akurat dan location-based. Jadi misalnya kamu lagi nyari ada restoran apa aja sih di sekitar Pluit, florist di Pondok Indah, sekolah di Bekasi, dll… Urbanesia menjawab itu semua! Lengkap dengan review-review dari para member-nya jadi kamu bisa tau mana aja yang wajib didatengin, mana yang harus dihindarin.
Saat ini Urbanesia masih dalam tahap development. Can’t wait for it to get fully launched! =)
Kemaren April Fool’s Day lumayan seru juga…. pagi2 pas teringat kalo hari itu April Mop, langsung nyari ide buat ngerjain orang. Ga lama ketemu ide yang lumayan oke dijalanin, trus saya ajakin fellow programmer buat bantu otak-atik DNS kantor. Ini dia hasilnya….
Note: Kantor saya sedang men-develop city directory untuk Jakarta. (www.urbanesia.com)
Ketika orang kantor mengakses http://www.google.co.id/jakarta, maka akan muncul tampilan ini:

Dan bila tombol ‘Add a New Business’ atau ‘Add a File’ di-klik, akan muncul:

dan beberapa detik kemudian…

Text: Google has found a better directory. Google recommends using Urbanesia.
Hehehe… lumayan seru kan? Sayangnya ada beberapa yang ga kena karena udah nebak duluan. Tahun depan harus direncanin lebih matang lagi nih… sekalian juga mau buat untuk website Cicipi saya… kasih kejutan April Fool’s Day buat members. :)
Baru aja sukses pasang Facebook Connect untuk blog ini. Dengan FB Connect, maka pengunjung website/blog tidak perlu melakukan registrasi lagi untuk berinteraksi/meninggalkan komentar.
Bagi yang menggunakan wordpress dan ingin meng-install plugin Facebook Connect, caranya gampang koq. Berikut ini steps nya:
- Masuk ke Facebook Application Developer di http://www.facebook.com/developers/ (sudah harus menginstall aplikasi facebook developer dahulu sebelumnya) dan buat sebuah aplikasi baru.

- Selanjutnya, di Application Name isi “WordPress Blog” (atau bisa juga judul blog anda), dan pilih tombol Agree, lalu klik Save Changes. Nah.. sampai di sini aplikasi facebook anda sudah terbuat dan di halaman selanjutnya berisi informasi settings termasuk API key dan secret. Jangan tutup dulu window ini, karena nantinya kita akan membutuhkana API key dan secret tersebut.
- Buka window baru di browser dan download plugin FB Connect di : fbconnect_1_2_1.zip. Upload file tadi ke folder wordpress “/wp-content/plugins/” dan extract/unzip file-nya.
- Di halaman admin wordpress, pilih tab Plugins. Pada baris Facebook Connector, lalu klik Activate.

- Masih di halaman admin wordpress, pilih Settings -> Facebook Connector. Di halaman ini, masukkan API Key dan Secret yang tadi didapat setelah membuat aplikasi Facebook. Lalu beri tanda check pada Enable comment auto-approval dan pada Allow send user comments to Facebook. Klik tombol Update Configuration.

- Masih di halaman yang sama, ada notice bahwa template tidak syncronized dengan Facebook. Scroll ke halaman paling bawah, dan klik Create Template.

- Sekarang ke tab Appearance->Widgets dan Facebook Connector akan terdaftar sebagai salah satu Widget Facebook. Di sisi kanan, silahkan pilih di mana anda ingin widget FB Connect ini muncul dan klik Show. Lalu klik tombol Add di sebelah Facebook Connector dan terakhir jangan lupa untuk men-klik Save Changes.
- Dan yang terakhir, ke tab Appearance->Editor lalu pilih untuk meng-edit file “header.php”. Tambahkan bagian yang di-bold di bawah ini:
<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd”>
<html xmlns=”http://www.w3.org/1999/xhtml” xmlns:fb=”http://www.facebook.com/2008/fbml”>
……
Sekarang silahkan lihat ke halaman depan WordPress anda… Voila! Facebook Connector sudah bisa digunakan. :)
Bila ada yang masih kesusahan meng-install, silahkan tinggalkan komentar, mungkin saya bisa bantu. Atau kalau mau lihat video tutorial-nya juga ada di sini: http://www.sociable.es/facebook-connect-wordpress-plugin-configuration/